Blog

Aturan Ganjil Genap Percepat Laju Kendaraan

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyatakan kecepatan kendaraan di jalan-jalan yang menerapkan aturan ganjil-genap meningkat signifikan. Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, pada pekan kedua uji coba perluasan aturan ganjil-genap pada 9-13 Juli lalu, kecepatan kendaraan meningkat rata-rata 11,01 persen.

Bambang menerangkan, pada pekan kedua uji coba, kecepatan kendaraan di ruas jalan ganjil-genap rata-rata mencapai 27,95 kilometer per jam. Sebelum ada aturan itu, pada 25- 29 Juni lalu, kecepatan rata-rata kendaraan hanya 25,18 kilometer per jam.

Pemerintah memperluas aturan ganjil-genap ke jalan arteri untuk mengatasi kemacetan lalu lintas selama pelaksanaan Asian Games 2018. Dewan Olimpiade Asia (OCA) mensyaratkan waktu perjalanan atlet dari Wisma Atlet Kemayoran menuju lokasi pertandingan maksimal 34 menit. Uji coba perluasan aturan ganjil-genap berlaku pada 2-31 Juli.

Pada 2-17 Juli lalu, penerapan aturan itu masih dalam tahap sosialisasi. Pada 18-31 Juli, pengendara yang melanggar aturan itu akan dialihkan ke jalan lain. Meski telah meningkatkan kecepatan arus lalu lintas, Bambang menuturkan akan mengevaluasi kembali efektivitas aturan ganjilgenap. Sebab, sewaktu uji coba selama dua pekan lalu, anak sekolah masih libur.

Kini, sekolah telah masuk lagi. Kemacetan di jalanan Jakarta pun kembali meningkat. “Kami akan hitung lagi,” ujar Bambang, kemarin. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Iskandar Abubakar, menuturkan bahwa perluasan sistem ganjil-genap hanya memindahkan kepadatan kendaraan ke jalur arteri atau alternatif.

Sebab, aturan itu hanya diterapkan berdasarkan koridor atau ruas jalan, tidak di semua wilayah Jakarta.“Jadi, pengendara mobil tetap mencari jalan alternatif,” ujar dia. Kepala Bagian Humas BPTJ, Budi Rahardjo, menuturkan bahwa kepadatan kendaraan memang terbagi ke ruas jalan alternatif akibat perluasan aturan ganjil-genap.

Akibatnya, laju kendaraan di jalur alternatif selama masa uji coba aturan ganjil-genap melambat rata-rata 1,31 persen, dari 24,40 kilometer per jam menjadi 24,08 kilometer per jam.