Blog

Bank Negara Tak Danai Akuisisi Freeport

Sejumlah bank milik negara menyatakan tidak tertarik membiayai PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk mengakuisisi sebagian saham PT Freeport Indonesia. Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk KartikaWirjoatmodjo mengatakan pembiayaan menggunakan mata uang asing masih menjadi tantangan berat bagi bank nasional.

“Kami kasih kesempatan ini kepada bank asing,” katanya kemarin. Kartika menilai pembiayaan akuisisi Freeport yang memakai basis dolar Amerika Serikat tidak mudah di tengah pasar keuangan yang belum stabil.

Menurut dia, bank nasional memilih membiayai kebutuhan kredit di dalam negeri dibanding proyek yang memakai mata uang asing.“Bisa mengganggu pemenuhan kebutuhan dalam negeri,” ucapnya. Dalam laporan kinerja keuangan semester I 2018, rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) Bank Mandiri meningkat.

freeport

Pada semester I 2018, LDR Bank Mandiri mencapai 94,57 persen, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 89,40 persen. Dengan mengetatnya LDR, ruang perusahaan untuk memberikan pembiayaan, khususnya yang berbasis valuta asing, menjadi kecil.

Kendati demikian, Kartika tak memungkiri bila ada pembahasan pembiayaan akuisisi Freeport, meski belum sampai ke tingkat penawaran. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni juga mengatakan tidak tertarik membiayai akuisisi Freeport.

Menurut dia, BNI tidak bisa bersaing dengan bunga yang ditawarkan oleh bank asing. “Kami yakin bersaing dengan bank asing untuk suku bunga rendah cukup berat,” kata Baiquni, Rabu lalu. Baiquni mengakui awalnya BNI berniat ikut memberikan kredit. Namun, menurut dia, niat tersebut urung berjalan setelah banyak bank asing yang menawarkan skema pinjaman dan bunga rendah.

Sedangkan Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bambang Tri Baroto mengatakan wacana tersebut perlu dibahas mendalam oleh para direksi. “Kami belum bisa berkomentar dulu,” tuturnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Fajar Harry Sampurno, menyatakan tiga bank pelat merah akan ikut memberi pinjaman sindikasi kepada Inalum untuk mengakuisisi Freeport. Harry menyebutkan tiga bank itu adalah Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

Perbankan swasta dan asing pun dia sebut akan memberikan pinjaman. Harry menilai dana pinjaman dari bank BUMN tidak akan mengganggu neraca keuangan karena imbal hasil yang diterima dalam nominal dolar. “Seharusnya tidak ada masalah,” ujarnya. Pekan lalu, Inalum dan Freeport Indonesia telah menjalin kesepakatan pelepasan saham (divestasi) melalui penandatanganan head of agreement.

Dalam kesepakatan tersebut, FreeportMcMoRan, induk usaha Freeport Indonesia, akan melepas 51 persen saham anak usahanya itu kepada Inalum. Total nilai transaksi untuk mengakuisisi saham Freeport Indonesia mencapai US$ 3,85 miliar. Nantinya Inalum akan membeli 40 persen hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia.